Kamis, 01 Desember 2016

Review Novel A: Aku, Benci & Cinta Karya Wulanfadi




Penulis: Wulanfadi
Tebal: 456 halaman
Terbit: November 2015 (cet. pertama)
            Februari 2016 (cet. keempat)
Penerbit: Best Media
Harga: Rp. 71.200 (bukabuku)
                                                                                ***
Ini cerita tentang Alvaro Radyana. Si Cassanova terpopuler di SMA National High. Juga Ketua OSIS yang dikagumi oleh banyak orang.

Alvaro yang 'Segalanya'.

Ini juga cerita tentang Anggia Serenia Quinindha. Si Rajin dari yang paling rajin di SMA National High. Sayangnya dia Wakil Ketua OSIS, padahal bukan itu posisi yang ia mau.

Anggia yang 'Perfeksionis'.

Alvaro menganggap Anggia lelucon, tapi Anggia selalu menganggap Alvaro rival.

Tapi, pandangan itu berubah saat Alvaro memiliki kesempatan untuk mengenal Anggia lebih jauh. Dan rasa itu tumbuh pada Alvaro sejak Anggia mengenal Alexander, teman masa kecilnya. Perasaan aneh yang seharusnya Alvaro rasakan hanya pada cinta pertamanya, Athala.

Saat masa depan membuka kesempatan baru, apa Alvaro akan mengambilnya?

                                                                                 ***
Anggia tidak menyukai Alvaro dari segala sisi. Pertama, Alvaro disukai oleh semua siswa/i di SMA National High sedangkan Anggia tidak. Kedua, Alvaro memiliki jabatan yang sudah lama diincar Anggia: Ketua OSIS. Ketiga, Alvaro mahir dalam seni musik sedangkan Anggia harus berjuang keras agar nilainya tidak menjadi merah di rapor nanti. Masih banyak lagi hal yang tidak disukai Anggia pada Alvaro.

Agar nilainya tidak kebakaran, guru seni Anggia meminta dirinya untuk belajar musik dengan Alvaro. Anggia menolaknya dengan sangat tegas, sedangkan pihak yang diminta biasa-biasa saja. Akhirnya setelah pergulatan batin, Anggia meminta Alvaro untuk mengajarinya bermain gitar. Selama proses tersebut, Anggia menyadari bahwa Alvaro tidak seburuk yang dikiranya. Apalagi perlakuannya kepada Anggia yang membuatnya mulai berpikir sekali lagi.

Saat itu, Anggia juga berkenalan dengan Alex. Ternyata Alex kenal dengan Alvaro. Segalanya semakin rumit ketika Anggia mengetahui keberadaan Athala di saat dia mulai memiliki perasaan pada Alvaro. Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Alvaro akan menjalani masa depannya dengan Anggia atau Athala? Lalu, bagaimana dengan perasaan Alex sendiri?


                                                                                ***
Awal saya mengetahui buku ini dari Wattpad. Sebelum saya sempat membacanya, bukunya sudah dihapus terlebih dahulu dengan pemberitahuan bahwa ceritanya akan muncul dalam bentuk fisik. Trust me, these wattpad stories being published as book by publisher are now being a hot topic in Indonesia. Saya juga bukan tipe orang yang melihat ada tulisan "best seller" atau semacamnya sehingga membuat saya tertarik membeli karena saya akan melihat sinopsis dan harganya terlebih dahulu. Jadi, karena saya lebih berhati-hati dalam membeli buku yang berbau remaja, saya pinjam dari teman saya yang membeli buku ini dan juga berkat hasutan saya padanya.

Ceritanya berporos pada semua karakter bernama A; Anggia, Alvaro, Alexander, Athala. Sejujurnya menurut saya, cerita yang hampir semua nama depan tokohnya membuat saya sulit untuk mengingat kembali namanya. Secara keseluruhan, cerita ini berbau remaja dan cerita yang sangat tipikal sekali untuk sastra remaja Indonesia: cinta bersegi-segi. Iya, saya mengatakannya bersegi-segi karena ini sudah lebih dari segitiga. Lalu, menurut saya novel ini terlalu tebal untuk bacaan remaja walau sekarang remaja sudah tidak terlalu memedulikan ketebalannya asalkan menurut mereka bacaannya menarik.
Sumber: http://www.drodd.com/html7/a.html

Kadang, perbicangan antara Alvaro dengan temannya di salah satu jejaring sosial sangat alay dan tidak menggambarkan percapakan lelaki pada umumnya, walau masih remaja karena saya dapat melihat teman-teman saya yang bergender lelaki tidak berkomunikasi dengan cara se-lebay itu. Lalu, untuk sinopsis mengenai Anggia yang 'perfeksionis', menurut saya itu tidak benar karena dari tingkah laku serta ucapan Anggia malah menunjukkan hal sebaliknya.

Dalam buku ini, penulis berhasil menunjukkan bahwa keadaan remaja yang memang seperti ini dan untungnya saja tidak seperti novel lainnya di mana tokoh utamanya tidak belajar dan tiba-tiba voila, mereka lulus dengan nilai yang baik. Perasaan saya tidak pernah membaca bagian di mana mereka belajar ataupun bahkan pernah berpikiran untuk belajar. Setidaknya di cerita ini kita dapat melihat perjuangan Anggia untuk tidak membuat nilai keseniannya buruk rupa.

Walaupun tebal, namun sepanjang cerita ini kita dapat melihat perkembangan dari setiap karakter, terutama dalam pola pikiran serta psikologisnya. Pemilihan kaver untuk buku ini juga sangat menunjukkan persahabatan 3A yang akhirnya nanti menjadi penentuan akhir cerita keempat serangkai A tersebut.

Buku ini adalah buku pertama Wulanfadi yang saya baca dan saya akan membaca kembali bukunya walau saya tidak membelinya; bisa saja saya meminjamnya dari teman saya atau memenangkannya lewat GA buku.

Secara keseluruhan, buku ini cocok untuk para pembaca yang suka membaca sesuatu yang membuat baper (bawa perasaan) terutama remaja tentunya.

3 stars out of 5 for this book. 
Image result for 3 stars

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar