Minggu, 28 Februari 2016

Review Novel Peek A Boo, Love Karya Sofi Meloni


Penulis: Sofi Meloni
Tebal: 248 halaman
Terbit: 28 Januari 2016
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp. 62.000
Label: Amore
                                                                      ***
Hey, Cinta. Apakah kamu di sana? Oh, tidak? Mungkin di sini? Tidak juga ternyata. Sebenarnya kamu di mana?

Memulai kehidupan profesional tidak semudah yang kubayangkan saar aku memutuskan pindah ke Jakarta. Macet dan polusi di mana-mana, TransJakarta yang sesak, serta kopi pahit yang disordorkan rekan kerjaku tiap pagi. Belum lagi atasanku, Pak Daniel, yang kelewat misterius.

Semuanya semakin rumit saat masalah datang dan mempertemukanku kembali dengan Evan, pria yang mengajakku berkenalan di halte TransJakarta. Kejutan lainnya adalah Sam, teman chatting-ku, yang ternyata juga berada di kota yang sama denganku dan mengajak ketemuan! Entah berapa banyak lagi kejutan yang menantiku di kota metropolitan ini.

Hey, Cinta. Apa aku akhirnya akan menemukanmu di sini?

-Lulu-
                                                                       ***
Lulu adalah seorang wanita yang baru tinggal dan bekerja di Jakarta selama 6 bulan. Cindy, rekan kerjanya, selalu muncul setiap hari sambil membawa segelas kopi pahit. Daniel, atasan Lulu dan Cindy, yang misterius namun terlihat seperti bapak-bapak karena "aksesori" wajahnya yang mengatakan demikian.

Sampai suatu hari di TransJakarta, Lulu bertemu dengan Evan, pemuda yang ternyata bekerja di kantor yang sama, bedanya hanya di divisi saja. Seperti takdir, Lulu kembali bertemu dengan Evan saat rapat antardivisi. Lulu pun dekat dengan Evan yang selalu pergi barengnya dengannya, tentu saja dengan menaiki TransJakarta.

Evan pun bertemu dengan Cindy, yang menurut Evan "cantik". Hal ini pun membuat suatu perasaan baru pada Lulu, yang tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Lulu pun menceritakan hal ini kepada Sam, teman chatting-nya yang tinggal di Amerika. Sampai suatu hari, Sam pun mengatakan bahwa Lulu bahwa Sam sudah berada di Jakarta dan ingin mengajaknya ketemuan. Lalu, bagaimanakah pertemuan mereka? Apakah Evan akan bersama Cindy atau Lulu? Lalu, mengapa atasan Lulu, Pak Daniel, dimasukkan dalam buku ini?
                                                                        ***
Karya kedua Kak Sofi yang berhasil diterbitkan (lagi) di penerbit major dan saya kebagian PO bukunya, rasanya senang banget setelah buku SWMT yang kemarin tidak sempat saya PO. Saya juga berhasil menghasut teman saya untuk ikut PO buku ini. Ckck, rencana saya berhasil. Sebenarnya buku ini sudah sampai di rumah saya pada tanggal 21 Januari kemarin, namun saya baru berhasil membacanya awal-awal bulan Februari ini. Buku PABL ini kembali saya temukan di Wattpad Kak Sofi, setelah mengetahui bahwa PABL akan naik cetak sebentar lagi, saya langsung ngebut bacanya, biar gak ketinggalan banyak.

Karya kedua Kak Sofi berbeda dengan karya debutnya, yang lebih dewasa dan terasa lebih urban, entah mengapa saya juga tidak mengerti. Buku PABL terasa lebih sweet dan cukup mudah membuat orang baper. Buku ini juga lebih tipis dari buku sebelumnya dan lebih mudah dimengerti garis besar ceritanya dan juga tidak membuat pembaca penasaran dengan akhirannya, tidak seperti buku SWMT yang masih membuat pembaca penasaran dengan akhirannya karena terasa mengantung.

Menurut saya, lucu juga Kak Sofi membawa tema "teman-chatting" dan karena itu saya jadi terpacu untuk menjadi penpal dari luar negeri. Siapa tahu ada orang kayak Sam, yang bisa saya jadikan teman curhat? Karena Sam yang berasal dari negara yang berbeda, tidak jarang isi pembicaraan antara Lulu dan Sam dalam bahasa Inggris. Tapi, saya tidak merasa illfeel dengan penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris yang seakan-akan di gado-gado.

Saya suka dengan penggunaan Kak Sofi yang bisa menjelaskan karakter masing-masing tokoh melalui tindakan mereka dan tidak membuat pembaca merasa "Ih, si tokoh A labil..." Di dalam buku ini, saya tidak terlalu banyak menggaris bawahi kalimat-kalimat, tidak seperti SWMT yang hampir setiap halamannya saya stabilo-in. Setiap bab baru dalam buku ini diawali dengan suatu quotes yang menurut saya mewakili garis besar cerita pada bab tersebut.

Buku ini kembali membawa sudut orang pandang pertama dari Lulu. Sayangnya, tidak ada sudut pandang dari tokoh pria kali ini. Padahal, saya sudah lama menantikannya. Secara cerita, saya suka dengan alur ceritanya, apalagi dengan akhirannya yang happy-go-lucky feeling. Hanya saja, saya merasa bahwa 248 halaman tidak cukup untuk membahas kisah cinta Lulu. Kenapa? Karena baru pada bagian akhir-akhir, ceritanya menjadi lebih seru dan keluar dari masa digantung.

Seperti kebanyakan orang yang menyatakan bahwa buku ini serasa dicepatkan pada bagian ending-nya, saya juga merasa seperti itu. Sejak kemunculan Sam, saya merasa ceritanya semakin dicepatkan pada ending. Saya masih mau baca kelanjutannya, dibuat sekuel lagi dong, Kak Sofi! Saya juga penasaran dengan akhiran kisah Evan dan bagaimana hidup Cindy setelahnya. Oh ya, kalau Kak Sofi membutuhkan jasa untuk menampar Cindy, saya dengan bahagia akan melakukan pekerjaan tersebut.

4.1 stars out of 5 for this book.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar