Minggu, 20 Desember 2015

Review Novel The Truth about Forever: Kebencian Membuatmu Kesepian Karya Orizuka


Cover lama
Cover baru
Penulis: Orizuka (Okke Rizka Septania)
Tebal: 311 halaman
Terbit: 2008 (Cetakan pertama)
           30 April 2013 (Cetakan kedua)
Penerbit: GagasMedia
Harga: Rp. 48.000
                                                                          ***
Seberapa berharga sih satu detik itu? Tik. 
Sebentar saja dia langsung berlalu. Tik
Satu detik pergi lagi. Tak ada harganya. 

Tapi tunggu sampai kau sadar waktumu hampir habis. Tik
Kau ingat selama ini jarang beramal. Tik.
Kau teringat mimpi-mimpi yang nggak sempat kau wujudkan. Tik
Kau sadar nggak cukup menyayangi keluarga dan teman-temanmu. 

Tik. Tik. Tik. 
Kau panik, takut menyia-nyiakan lebih banyak waktu lagi. 

Yogas merasa demikian ketika divonis nggak berumur panjang. Tapi bukannya memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya, dia malah diam-diam pergi ke Yogyakarta. Kedatangannya ke sana nggak lain untuk balas dendam kepada orang yang dianggapnya bertanggung jawab atas semua ini. Bahkan kalau perlu, mati bersama.

Saat itulah cinta datang. Memberi pengharapan, membuatnya merasakan setitik kebahagiaan di dalam kelam hidupnya. Dan sekarang, keputusan itu ada di tangan Yogas. Karena cinta dan benci nggak akan pernah akur.

Jadi, Yogas..., pilih yang mana? Sementara kamu berpikir... Tik. 
                                                                        ***
Yogas pergi ke Yogyakarta dengan tujuan untuk membalas dendamnya kepada orang yang membuatnya memiliki keadaan seperti ini. Sesampainya di Jogja, ia langsung mencari sebuah kost-an. Di sana, ia bertemu dengan Kana, penghuni kost  di lantai 2 dan merupakan keponakan dari pemilik kost-an tersebut. Kana yang memiliki pertemuan pertama yang tidak menyenangkan pun tidak suka dengan Yogas.

Di Jogja, Yogas bertemu kembali dengan Eno, salah seorang temannya, dan Yogas pun menceritakan keadaannya dengan sahabatnya di SMA dulu. Saat mengajak Yogas makan bersama pun, Yogas menyadari bahwa dia tidak seharusnya tidak bersama dengan penghuni kost tersebut, meninggalkan bekas penasaran pada semua penghuni kost, tak terkecuali Kana. Ketika Kana mengetahui bahwa Yogas mengidap penyakit HIV, apakah Kana akan terus bersama Yogas seperti yang dijanjikannya? Walaupun ada seorang wanita dari masa lalu Yogas yang datang?

                                                                          ***
Buku ini merupakan buku Kak Orizuka yang pertama yang pernah saya baca. Saya meminjamnya terlebih dahulu pada kakaknya teman saya, sehingga buku ini menjadi penentu apakah saya akan membaca karya Kak Orizuka yang berikutnya atau tidak. Dan jawabannya adalah, YA, saya akan membaca karya kak Orizuka berikutnya, karena saya suka dengan cerita yang ditulis oleh Kak Orizuka.

Alur cerita ini sangat bagus dengan tema mengenai penyakit, yang bagi sebagian orang merupakan penyakit yang tertular dan banyak pengidapnya sering dijauhkan dan bahkan dilecehkan dan Lady D.  pernah mengunjungi suatu tempat dan bahkan memeluk salah seorang pengidap dari penyakit ini sambil mengatakan bahwa kita seharusnya menjauhi penyakitnya, bukan orangnya. Ya, penyakit tersebut adalah penyakit HIV AIDS.

Berporos pada orang yang menjadi ODHA (Orang Dengan HIV Aids), kita melihat bahwa (mungkin) banyak orang akan menyalahkan mereka yang menyebabkan kondisi mereka menjadi seperti ini. Bercerita mengenai Yogas yang penuh kebencian hingga ia akhirnya bertemu dengan Kana yang berbeda dari yang lainnya. Yang tidak membeda-bedakannya walaupun memiliki penyakit seperti HIV, yang masih bisa menghargainya sebagai seorang manusia yang normal.

Di sini, kita juga belajar mengenai pengharapan. Kita harus membuat suatu tujuan dalam hidup kita. Seperti Kana, yang berjuang untuk menjadi seorang penulis. Kita sebagai pembaca juga jangan mau kalah dengan Kana. Seperti sub-judulnya, kebencian membuatmu kesepian, itulah yang dialami oleh Yogas. Buku ini cocok sekali untuk pembaca yang menyukai cerita sedih. Saya hampir menangis ketika saya membaca akhiran dari buku ini.

Emosi dari setiap tokoh dalam buku ini juga didapatkan oleh pembaca, walau menggunakan sudut pandang orang ketiga (kalau tidak salah) sehingga saya harus memberikan thumbs up kepada penulis buku ini.

Hanya satu hal yang membuat saya cukup bingung, di akhir cerita dituliskan bahwa Kana ada di lantai 3, bukannya kost tempat Kana tinggal cuman memiliki dua lantai? Buku ini juga bebas dari typo (sesuai pengamatan saya)

4 stars out of 5 for this book. 


2 komentar:

  1. Min, lantai 3 mungkin maksudnya tempat Kana jemur pakaian mungkin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga yaa, gak kepikiran hehehe...

      Hapus