Kamis, 24 Desember 2015

Review Novel Seven Checks Karya Widi Krisna

Penulis: Widi Krisna
Tebal: 304 halaman
Terbit: 15 April 2013 (Cetakan pertama)
Penerbit: Grasindo
Harga: Rp. 47.000
                                                                       ***
Jika dokter memvonis usiamu tinggal 6 bulan lagi, apa rencanamu ketika esok datang? Jika kamu merasa maut sedang mengejarmu, ke manakah kamu akan pergi? Itulah yang harus dihadapi Reza ketika mendapati dirinya divonis KANKER otak stadium empat. Belum lagi hubungan cintanya dengan Irene yang sudah dijalin selama TUJUH tahun berada di ambang kehancuran. Dia sendiri melawan penyakit ini. Dia tenggelam dalam ketakutan. Hanya TUJUH daftar yang akan dilakukan, sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya. Semua rahasia berbicara, menciptakan euforia dan air mata. Daftar itu adalah kunci hidupnya. Dia membuka aib lama, dia menguak rahasia, namun dia menemukan makna hidupnya.
                                                                       ***
Hubungan antara Reza dan Irene selama tujuh tahun kandas begitu saja karena Reza yang lebih mengutamakan pekerjaannya dibandingkan dengan pacarnya. Saat dia mengambil hasil pemeriksaan penyebab sakit kepalanya, dokter memvonisnya memiliki kanker otak stadium empat dan waktunya tinggal enam bulan.

Merasa dibohongi oleh dokter, Reza berniat untuk pergi ke Singapura untuk mendapatkan hasil yang 'berbeda' dari yang di Jakarta, dan malah mendapatkan hasil yang sama seperti di Jakarta. Namun, dokter yang di Singapura memberikan dua solusi agar bisa terbebas dari kanker tersebut dan menganjurkannya bertemu dengan seorang dokter kenalannya di Indonesia. Di Indonesia, dokter tersebut menganjurkan untuk mengambil operasi dan juga memintanya menerima kenyataan.

Ketika Reza berniat untuk menerima kenyataan, Irene berbaikan dengan Reza dan mereka balikkan lagi, kali ini ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya, pernikahan. Untuk hidup senyaman-nyamannya, Reza berniat membuat tujuh daftar yang akan dia lakukan sebelum waktunya habis. Lalu, apakah daftar yang dibuat Reza terkabul? Apakah Reza tidak akan meninggalkan Irene? Lalu, kapan terkuaknya penyakit Reza oleh keluarganya lantaran Reza tidak ingin memberi tahu mereka?

                                                                     ***
Saya membaca buku ini selam sehari, rekor terpendek saya membaca buku terbitan Grasindo. Awalnya, saya kurang termotivasi untuk membaca buku ini lantaran font yang kecil dan gaya tulisannya seperti di blog ini, mirip-mirip dikit. Namun, saya termotivasi membaca cerita ini karena mengusung tema mengenai penyakit dan juga harapan. Saya sudah bosan dengan cerita mainstream yang tidak memiliki ide orisinalitas lagi, perbedaannya hanya sedikit.

Awalnya saya tidak terlalu suka dengan Reza yang terlalu pesimis, namun sepanjang cerita ada pengembangan karakter, dari pesimis menjadi optimis. Untuk karakternya, penggunaan "aku kamu" dan "lo gue" itu tergantung dengan karakter masing-masing. Namun, ada beberapa kali Reza yang bisanya memakai "lo gue" tiba-tiba menggunakan "aku kamu" ke sahabatnya, sehingga saya sebagai pembaca merasa sedikit janggal.

Di buku ini, kita sebagai pelajar belajar mengenai optimisme dan pengharapan, apalagi terhadap sebuah penyakit. Dari buku ini, kita belajar bahwa Tuhan sengaja memberitahukan kita waktu yang tersisa karena itu artinya Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk melakukan hal yang sama sekali belum kita lakukan. Kita juga belajar untuk menerima segalanya dengan lapang dada, seperti yang dilakukan Reza ditengah sampai akhiran dari buku ini mengenai penyakitnya.

Akhiran dari buku ini menurut saya cukup bittersweet dan masalahnya benar-benar memuncak ketika Reza pergi bulan madu bersama Irene dan ditemani dua sahabatnya (padahal memastikan keadaan Reza baik atau tidak, jadi kayak ngikutin tanpa diundang) apalagi terletak dengan masa lalu Reza sendiri! Pada bagian akhir buku ini, banyak rahasia yang terungkap dan juga mengenai akhirannya yang bisa saja hoax, karena saya pernah membaca cerita di Wattpad, dan di sana ceritanya ternyata dia dikerjain. 

Pembaca juga akan mengetahui mengapa pada kaver buku ini, terdapat Eiffel Tower yang notabenenya berada di Paris, sedangkan latar ceritanya berada di Indonesia. Itu karena Paris memiliki kunci di balik cerita dalam buku ini.

3.5 stars out of 5 for this book.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar