Rabu, 16 Desember 2015

Review Novel Magic Hour: Let In The Unexpected karya Tisa T.S. & Stanley Meulen

Penulis: Tisa T.S. & Stanley Meulen
Tebal: 236 halaman
Terbit: Januari 2015 (Cetakan kedua)
Penerbit: Loveable
Harga: Rp. 55.000
Bonus: Poster MAGIC HOUR & Kipas MAGIC HOUR (PO)

                                                                       ***
"Siapa yang paling sayang sama elo?"
"Kamu."

"Siapa yang paling sayang sama gue?"
"Aku."

Sedalam itu persahabatan antara Raina dan Gwenny, yang bermula dari diangkatnya Raina menjadi anak Tante Flora, Ibu Gwenny. Sepuluh tahun, Gwenny menjadi bagian hidup Raina, belahan jiwanya, hingga muncul Dimas dalam hidupnya. Dimas yang seharusnya dijodohkan dengan Gwenny, malah berbalik mencintai Raina. Celakanya, sedalam itu Dimas mencintai Raina. Raina pun merasakan hal yang sama. Sementara Toby, sahabat Raina dari kecil, juga memendam cinta yang sama pada gadis pecinta hujan itu.

Raina bimbang. Dari Dimas ia belajar mengenai cinta sejati. Kedatangan Dimas di hidupnya, bagaikan magic hour, momen penuh keajaiban yang membuat Raina melupakan semua kesedihannya. Hingga sebuah rahasia terkuak, dimana Raina menemukan kenyataan kalau Dimas adalah penyebab kecelakaan yang terjadi pada dirinya. Kecelakaan yang merenggut hal terpenting yang ia miliki, yaitu penglihatannya. Akankah Raina memaafkan Dimas? Apakah persahabatannya dengan Gwenny bisa diselamatkan? Lalu, apa yang terjadi saat Raina buta dan tidak bisa menikmati keindahan magic hour untuk selamanya? Apakah Dimas akan menjadi satu cinta untuk selamanya bagi Raina?

Magic hour, satu cinta untuk selamanya...
                                                                   
"I love it! Baca ini bikin gue tau apa artinya cinta. Momtis the best!!! Addictive!!!"
- Derby Romero, artis sinetron, bintang FTV, aktor film, dan penyanyi

"Always a fan of Mba Tisa's literary works of art. Love her writer's voice and ability to convey all human emotions, from joy to despair. Absolutely charmed by 'Magic Hour'. Tidak sabar ingin nonton filmnya."
- Rianti Cartwright, VJ MTV, artis sinetron, aktris film, dan bintang iklan

"Pinky swear kitty swear banana cherry stroberi swear... sumpah gak berhenti ngakak campur nangis baca novel ini. Bener-bener romantis. Bisa berimaginasi sendiri bacanya."
- Audi Marissa, artis sinetron (Love in Paris 1&2, Diam-diam Suka, dan lainnya), aktris film, bintang FTV, dan bintang iklan

"Cerita yang menarik dari Magic Hour. Kisah cinta Raina sangat bagus dan tersentuh. Berat juga buat Raina harus memilih cinta atau kesukaan dirinya atas Magic Hour."
- Marcel Darwin, artis sinetron, bintang FTV, dan aktor film

"Good story. Wajib bacaaaa novelnya, kerennnnnnn..."
- Bunga Zainal, artis sinetron, artis film, bintang FTV, dan bintang iklan

"Kalo novel ini dijadikan film, gue harus jadi peran utamanya."
- Fero Walandouw, artis sinetron, bintang FTV, dan aktor film

"Such a heart-breaking story. I was crying when I read this novel. Mommy Tisa memang paling jago kalo nulis tentang cinta. Ceritanya kompleks dan nggak ketebak, tapi bikin ketagihan dan nggak bisa berhenti baca sampai habis. You rawk, Momtis!"
- Febby Rastanti 'Blink', artis sinetron, bintang FTV, iklan, dan grup musik 'Blink'

" The story is so different. She can easily touch everyone's heart by her writing and this is one of her awesome stories. I can't even wait a lil bit longer to watch the movie. Sukses, Mom!"
- Agatha Pricillia, artis sinetron, bintang FTV, dan drama musikal
                                                                     ***

Pertama-sama, saya harus mengucapkan selamat dari buku ini, karena endorse yang banyak (sekali) dari artis-artis sehingga saya sampai cape sendiri ngetiknya #peace.Saya membeli buku ini lewat salah satu toko buku online, sekaligus saya membeli buku Doriyaki (review di sini) #sekalianpromo. Sebagai bonus dari PO, saya mendapatkan 3 buah (?!) kipas MAGIC HOUR dan sebuah poster MAGIC HOUR. Sekitar satu bulan saya telantarkan buku ini. Kenapa? Karena saya banyak tugas dan waktunya udah mepet retret sekolah dan juga UTS. Saya tahu buku ini lantaran banyak banget promo mengenai film Magic Hour dan juga parodi yang dibuat oleh Kevin Anggara.

Saya awalnya suka dengan ceritanya. Awalannya tidak terlalu mainstream, seperti novel lokal lainnya. Saya bisa merasakan hal yang beda dari buku ini, apalagi dengan tokoh-tokoh dalam buku ini yang memiliki watak yang unik. Namun, ada satu hal yang sudah mengganjal, yaitu usia Raina 15 tahun. Lalu apa yang salah? Yang saya bingungkan adalah usia Raina yang 15 tahun, kok tidak sekolah? Malahan dia bekerja di toko bunga ibu angkatnya (tenang saja, ibu angkatnya baik kok). Apa karena Raina merupakan murid yang pintar sehingga mengikuti kelas akselerasi atau memang kegiatan sekolah Raina tidak diceritakan?

Alurnya sampai pertengahan pun sebenarnya tidak akan ditebak, jika saja sinopsinya tidak meninggalkan banyak jejak cerita di dalamnya, sehingga di pertengahan, buku ini menjadi kurang seru. Jadi, saya harap semoga di cetakan berikutnya, sinopsinya bisa dikurangi dan pembaca bisa menjadi lebih penasaran.

Font dalam buku ini juga dapat terbilang "gaul" sehingga pembaca (terutama remaja) akan merasa cape sebentar-sebentar, sehingga tidak bisa menikmati buku ini sampai akhir dengan mood yang sama. Ilustrasi dalam buku ini juga membantu, hanya saja saya merasa dengan adanya foto karakter di film membuat pembaca membatasi imaginasinya.

Quotes yang saya dapatkan dari buku ini 'puitis' banget dan saya menyukainya. Andai saja buku ini lebih tebal dan tidak terlalu banyak 'plot hole' karena terasa terkejar (seperti dikejar Deadline) sehingga pembaca kurang bisa merasakan euforia dari membaca buku ini. Cover dari buku ini juga dapat dibilang marketable, karena cover-nya memperlihatkan dua bintang film yang sedang naik daun. Tapi, masalah mengenai kaver buku tidak akan menghalangi para pembaca setia dari Kak Tisa.

Buku ini cocok untuk para remaja karena kisah cintanya yang 'teen' banget.

3 stars out of 5 for this book. 

1 komentar: