Kamis, 26 November 2015

Review Novel Sebuah Lagu Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar






Penulis: Agnes Davonar
Tebal: 157 halaman
Cetakan: Januari 2015
Penerbit: Inti Publisher
Harga: Rp. 38.500
                                                                           ***
Gilang adalah penyanyi terkenal yang memutuskan mundur dari dunia tarik suara karena kasus korupsi yang menimpa ayahnya. Di masa-masa sulitnya, ia tak sengaja berkenalan dengan Angel, seorang gadis remaja tunarungu yang jujur dan baik hati. Gilang merasa simpatik dan mereka pun menjadi sahabat yang baik tanpa peduli latar belakang mereka yang berbeda. Persahabatan yang indah itu tiba-tiba menjadi penuh kesedihan ketika Angel divonis mengidap penyakit kaknker yang bisa merenggut nyawanya. Ketika Gilang berusaha untuk menyelamatkan hidup sahabatnya, Angel meminta satu permintaan terakhir kepada Gilang untuk membuatkan sebuah lagu kepada Tuhan yang akan ia bawa ketika menghadap sang Pencipta. Mampukah Gilang melaksanakan permintaan Angel yang sedang berpacu dengan waktu untuk bertahan hidup?
                                                                           ***
Angel adalah seorang murid tunarungu yang cerdas dan tidak bersekolah di SLB. Dia memiliki seorang sahabat bernama Maria. Suatu hari, saat sedang menaiki sepeda, Gilang sedang lari ke arahnya dan membuatnya serta sepedanya terjatuh. Kejadian tersebut merupakan titik awal pertemuannya dengan Gilang. Di kelasnya, ada murid baru bernama Agnes yang tidak suka dengan Angel karena merasa akan dikalahkan. Sampai suatu saat, Angel yang kemudian bertemu dengan Gilang mendapatkan sebuah album, yang akhirnya makin membuat Angel cs geram dengan Angel.

Berbekal dengan kenaifan Angel, Agnes memanfaatkannya untuk berkenalan dengan Gilang. Sampai suatu hari, Angel yang mimisan (sudah berkali-kali) serta ibunya dan Gilang pergi untuk mengetahui alasan Angel bisa seperti ini, dan ibunya serta Gilang sangat kaget ketika mengetahui bahwa Angel mengidap penyakit kanker. Dapatkah Gilang bersama-sama dengan Angel sebagai sahabatnya walau Angel sedang dalam kesusahan?

                                                                         ***

Ceritanya yang saya ringkaskan seperti bisa mengingatkan cerita yang mirip-mirip dengan karya Agnes Davonar lainnya? Ya, itu adalah buku Surat Kecil untuk Tuhan. Bedanya, buku SKuT bersifat non fiksi, sedangkan SLuT bersifat fiksi. Awalnya saya ingin membelinya di toko buku, namun melihat di dalam lemari buku baru ada buku ini, saya akhirnya berniat untuk meminjammnya saja.

Gilang dan Angel dalam film "Sebuah Lagu untuk Tuhan"
Awalnya, saya mengira bahwa buku ini ceritanya seru, dengan sinopsis yang mungkin lebih bercerita tentang persahabatan. Namun, saya sudah merasa kecewa terlebih dahulu saat mencapai halaman kedua. Kenapa? Karena mulai dari halaman tersebut, sudah terdapat typo. Saya tahu bahwa ciri khas dari buku Agnes Davonar adalah bahwa bukunya banyak sekali typo yang bertebaran, penempatan tanda baca yang salah, dsb. Namun, di buku ini saya menemukan banyak sekali typo, tanda baca yang salah, dan bahkan ada typo pada nama karakternya sendiri. Sehingga, saya ingin mempertanyakan apakah ada yang bekerja sebagai editor pada buku-buku karya Agnes Davonar, terutama buku ini. Selain dengan hal-hal tersebut, hal yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa dalam cerita Agnes Davonar, kebanyakan ceritanya memiliki tokoh utama, seperti berikut:
1. Angel (untuk protagonis)
2. Agnes (untuk antagonis)
3. Hendra (untuk orang yang dekat sekali dengan Angel, bisa berupa kakaknya, orang yang menyukainya, dll.)

Cerita ini juga hampir memiliki kesamaan dengan buku Surat Kecil untuk Tuhan, seperti penyakit kankernya dan sebagaian hal. Di buku ini cerita lebih difokuskan pada Angel, sahabatnya serta ibunya. Hal yang membuat saya setidaknay tidak benci dengan buku ini adalah pemilihan kalimat mutiara yang menjadi kalimat yang mengungkapkan ssebuah tema untuk sebuah bab dan lagu yang dituliskan oleh Gilang.

Untuk Kak Agnes Davonar, saya tahu kalian kakal adik, jadi mungkin gaya penulisan kalian berbeda, tapi intinya saya ingin mengatakan bahwa cerita-cerita anda yang terdahulu lebih baik daripada buku ini. Saya cukup kecewa dengan hasilnya.

Jika ada pembaca yang merasa pernah mendengara judul buku ini sebelumnya, alian benar-benar telah mendengarnya karena buku ini telah diadaptasi menjadi film dan baru saja kemarin ditanyangkan dengan judul yang sama, oleh sebab itu gambar-gambar yang saya masukkan ke dalam ini review ini adalah pemain-pemain dalam film "Sebuah Lagu untuk Tuhan".

2.5 stars out of 5.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar